Top Tag

Ketahanan tenaga kembali jadi topik pembicaraan yang hangat. Belum lama ini

Pemerintah mengabarkan stok minyak mentah Indonesia cuma lumayan buat persediaan

3- 4 hari, sebaliknya stok bahan bakar minyak( BBM) di stasiun penyedia bahan bakar

universal( SPBU) PT Pertamina cuma sanggup melayani kebutuhan mengkonsumsi kendaraan

bermotor sepanjang 21 hari1

. Dampaknya, mencuat kekhawatiran publik atas kehandalan

pasokan bahan bakar dalam penuhi permintaan warga sekalian ketergantungan

terhadap impor, spesialnya dari kilang minyak Singapore. Kekhawatiran ini

memunculkan persoalan seberapa jauh ketersediaan tenaga dapat menjamin terpenuhinya

permintaan tenaga bagaikan komponen utama aktivitas ekonomi. Buat itu, dalam

peluang ini penulis hendak membahas secara pendek menimpa konsep ketahanan energi

yang berlaku universal, arah kebijakan serta tantangan dalam melindungi ketahanan energi

dalam negara yang diiringi dengan pertumbuhan profil sumber serta kebutuhan energi

nasional kebijakan energi nasional .

International Energy Agency( IEA) mendefinisikan ketahanan tenaga sebagai

ketersediaan sumber tenaga yang tidak terputus dengan harga yang terjangkau. Lebih

lanjut, dimensi yang dipakai buat memperhitungkan sesuatu negeri dikatakan mempunyai ketahanan

tenaga apabila mempunyai pasokan tenaga buat 90 hari kebutuhan impor setara minyak.

Ketahanan tenaga dikira berarti sebab tenaga ialah komponen berarti dalam

penciptaan benda serta jasa. Seluruh wujud kendala yang bisa membatasi ketersediaan

pasokan tenaga dalam wujud bahan bakar primer( BBM, gas serta batubara) maupun

kelistrikan bisa merendahkan produktivitas ekonomi sesuatu daerah serta bila magnitude

kendala hingga pada tingkatan nasional bisa membuat sasaran perkembangan ekonomi

meleset dari yang diresmikan.

Bagi Yergin( 2006) ketahanan tenaga mulai jadi isu global kala Arab

Saudi menghentikan ekspor minyak mentahnya ke negara- negara industri pada awal

dekade 70- an. Pada masa tersebut, minyak ialah sumber tenaga yang sangat vital

untuk negara- negara Eropa Barat serta Amerika Serikat, sebaliknya Arab Saudi merupakan

eksportir utama. Aksi sepihak Arab Saudi tersebut instan mengusik aktivitas

perekonomian negara- negara importir minyak tersebut; yang waktu itu cuma bergantung

pada minyak Saudi Arabia. Dunia internasional setelah itu jadi siuman terhadap

berartinya melindungi pasokan supaya tidak tergantung pada satu tipe sumber tenaga dan

satu produsen tenaga.

Baca Juga : Belajar Daring

Mengacu kepada konsep ketahanan tenaga yang didefinisikan oleh IEA di atas

serta merujuk kepada teori dasar mikroekonomi, bagi penulis terdapat 3 komponen

dasar dalam melindungi keberlangsungan pasokan tenaga, ialah:( 1) ditaksir permintaan

tenaga yang presisi bagaikan dasar perencanaan penyediaan pasokan tenaga,( 2)

kehandalan( reliability) pasokan tenaga yang diusahakan oleh tubuh usaha, serta( 3) harga

tenaga yang jadi sinyal untuk tubuh usaha buat masuk dalam penyediaan tenaga.

Harga tenaga jadi begitu berarti sebab hendak digunakan oleh pihak produsen dalam

menghitung ditaksir imbal hasil atas investasi yang dikeluarkan dalam penyediaan

tenaga. Oleh sebab itu, dalam permasalahan Pemerintah memberlakukan batas atas harga

tenaga pada tingkat tertentu, tidak tidak sering investasi dalam pembangunan pembangkit listrik,

kilang minyak, tambang batubara hendak menurun serta supply bahan bakar menghilang

dari pasaran. Kebijakan Pemerintah dibutuhkan supaya ketiga komponen tersebut direspon

dengan baik oleh pelakon ekonomi( konsumen serta produsen) sehingga ketersediaan

tenaga terletak pada tingkatan penyeimbang cocok dengan kebutuhan mengkonsumsi di dalam

perekoonomian.

Dari sisi manajemen resiko, kajian ketahanan tenaga umumnya berfokus pada

resiko operasional kehandalan infrastruktur ataupun fasilitas penyediaan tenaga sebagaimana

yang dijabarkan oleh Chester( 2010) serta dilansir dalam Singh( 2012). Manajemen risiko

terhadap totalitas operasional jadi begitu krusial supaya terputusnya pasokan energi

tidak terjalin. Tetapi demikian, ketahanan tenaga pula mencakup upaya diversifikasi

tenaga dalam kurangi ketergantungan pasokan tenaga pada salah satu tipe bahan

bakar. Diversifikasi pula dicoba dalam membetulkan bauran tenaga dengan

mencermati kemampuan cadangan sumber tenaga yang dipunyai( Chester, 2010).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like